Istirhami / Turats

Turats 46 s/d 54

Bila
kehilangan sesuatu
yang dijaga
dan tidak menemukan
sesuatu yang dicari
berhentilah melakukan pekerjaan sia-sia itu,
sebab ada dan tiadanya sesuatu,
hanya tergantung pada pengakuan atau penyangkalan fuad.
Karena ketika matahati dapat melihat dan mendengar
dengan jernih, maka bertambah atau berkurangnya
kepemilikan akan terdengar sama baiknya ; namun
saat matahati mulai melihat dan mendengar dengan
keruh, maka pertambahan atau pengurangan
kepemilikan harta akan terlihat sama buruknya,
Ketahuilah : redup-jernihnya matahati seseorang
sangat tergantung pada redup-jernihnya
rahmat Allah SWT di dalam dada.
Rawatlah kejernihan rahmat Nya
dengan Istirham.
[Turats :46]

Sepandai-pandainya orang pandai,
ialah mereka yang membuat orang bodoh
menjadi pandai ; dan sebodoh-bodohnya orang bodoh,
ialah mereka yang membuat orang pandai menjadi bodoh.
Ketahuilah : memperpandai orang bodoh
adalah ibadah, dan amat dimuliakan Yang
di langit. Sedangkan memperbodoh orang
pandai adalah musibah. Yang di bumipun
menghinakannya.
[Turats :47]

Satu
baris Istirham
yang diajarkan
kepada seseorang dengan ikhlas,
bagaikan bersedekah sebutir gabah
yang dapat menumbuhkan
hamparan sawah
sejauh mata memandang;
jadikanlah Istirham
sebagai sedekah
thulalhayat [sepanjang hidup]
yang akan dipanen
ba’dalmamat [sesudah mati]
[Turats :48]

Aku
tidak akan
lelah berdoa untuk para Imam,
agar dari tangan mereka
terus berlahiran kaum Istirhami
yang dapat ‘menghitamkan' bumi
dengan busananya
dan 'memutihkan' langit
dengan shalawat mereka.
[Turats :49]

Adalah kedustaan besar,
bila di antara kaum Istirhami
mempercayai mimpi tentang sikapan,
ucapan dan perbuatanku sampai mereka
menyatakan kesaksian bahwa hati dan lidah mereka
selalu dibasahi oleh Istirham di setiap kesempatan.
Karena ketahuilah bahwa aku adalah manusia biasa seperti mereka,
yang ucapan, perbuatan dan sikapanku dapat diserupai oleh jin
atau iblis. Hanya saja Allah SWT menyisihkan rahmat Nya
untukku, sehingga aku dipilih Nya menjadi Imam
di antara kaumku, dan aku diberi sesuatu
yang tidak diberikan kepada banyak
mahlukNya di dunia ini.
[Turats : 50]

Kecantikan
seorang Istirhamiat
tidak karena sentuhan kosmetika
yang menutupi hampir seluruh permukaan wajahnya,
atau busana yang mengurung keindahan tubuhnya
tapi dia cantik oleh cahaya kemuliaannya sendiri;
dia dimuliakan oleh ribuan doa kaum Istirhamiat
yang tidak dikenalnya dan
tidak mengenalnya
samasekali
[Turats :51]

Sikap mulia
seorang Istirhami-Istirhamiat ialah
apabila dia membacakan Doa Istirhami
ditujukan untuk sesama Istirhami-Istirhamiat,
tanpa diketahui atau memberitahu siapapun.
Akhlak mulia itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW
dalam Hadist Qudsi bahwa derajat mulia seseorang di sisi Allah SWT
ialah ketika terbiasa bersedekah melalui tangan kanan,
tanpa diketahui tangn kirinya.
[Turats :52]

Aku
tidak pernah
melihat kecantikan
seorang Istirhamiat
dan ketampanan seorang Istirhami
kecuali ketika mereka mengenakan busana
berwarna hitam, warna kesukaanku dan disukai
oleh zaman, sebagai warna keabadian. Perhatikanlah Baitullah,
HajarAswad, dinding maupun Kiswah yang menyelimutinya,
berwarna hitam, tak akan terubah warnanya oleh siapapun sampai hari kiamat
[Turats :53]

Tiga hal yang paling memungkinkan
terbukanya jendela rahmat Allah SWT bagi seorang Istirhami-Istirhamiat:
1. Taat kepada Allah SWT dengan membaca al Quran
di setiap kesempatan,
sedikitnya membaca surat al Ikhlash 3 kali.
2. Taat kepada Rasulullah SAW dengan menghidupkan as Sunnah
di setiap kesempatan,
seringannya berakhlak mulia di tengah keluarga.
3. Taat kepada Imam dengan menyebarkan Turats
di setiap kesempatan,
setidaknya dengan membaca Istirham.
[Turats :54]